JUAL BATU ALAM

Jual batu alam andesit, susun sirih, alur cacing, andesit bakar, andesit non bakar, asal batu kami dapat dari berbagai daerah seperti majalengka, tulung agung, bali dan sebagainya.

harga batu alam andesit bisa anda tawar
Rumahku istanaku

perindah rumah anda dengan hiasan batu alam yang menarik untuk dilihat. sehingga anda akan betah di rumah dan tamu anda akan kagum memandang keindahan rumah anda.

Kosultasi Gratis

  

informasi lebih lanjut hubungi :

Arcadia Multi Graha

  • Jl.Soekarno Hatta  410a
  • Bandung
  • Telp  : 022 919 343 23 
  • Mobile : 081 394 677 123
  • 087 827 565 123
  • Person : Asep Harry Nugraha 
  • Ym : kangasep_hn@yahoo.co.id

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=520601209#post520601209

http://id.88db.com/Perumahan-Properti/Forum-Agen-Pengembang-Properti/ad-704947/

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , , , | 1 Comment

situs penjual batu alam

Welcome to www.dijual.biz and www.dijual.in

This is your first post, produced automatically by Blog.com. You should edit or delete it, and then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Batu Alam Indonesia

Kekayaan Batu Alam Indonesia

Kekayaan Batu alam kita sudah tidak diragukan lagi untuk bersaing dengan batu batu yang ada diluar, namun sayangnya masih banyak kendala untuk pengembangan secara internasional. Ini adalah satu peluang buat saya untuk ikut berpartisipasi untuk turut mengembangkan potensi alam Indonesia yang kita cintai ini.

Berikut Gambar Batu Alam Indonesia :

   

   

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , | Comments Off

Batu Andesit

Desinisi Batu Andesit

Batu Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik dengan komposisi antara dan tekstur spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal dari nama Pegunungan Andes.

Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini, misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, batu arca dll.

Di zaman sekarang batu andesit ini masih digunakan sebagai material untuk nisan kuburan orang Tionghoa, cobek, lumpang jamu, cungkup/kap lampu taman dan arca-arca untuk hiasan. Salah satu pusat kerajian dari batu andesit ini adalah Magelang.

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Andesit

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Katalog Produk : Batu Templek

Daftar Harga Batu Templek

Batu Templek Purwakarta dan Templek Salagedang berasal dari Purwakarta, sedangkan Batu Templek Garut berasal dari Garut, Jawa Barat.

Kami berharap para konsumen dapat menikmati kualitas, keindahan, serta harga yang murah. Karena pada saat ini beberapa trend mengacu kearah alam yang dapat memeberikan kesan pedesaan, eksotis, mewah dan menghasilkan keindahan untuk interior maupun exterior.

Batu Templek Purwakarta memiliki warna Abu-abu Gelap dengan corak Kuning, Hitam dan Coklat pada permukaannya.
Batu Templek Salagedang memiliki warna Abu-abu Terang.
Sedangkan untuk Batu Templek Garut memiliki warna Hitam Pekat.

Templek Purwakarta
Warna Abu-abu Gelap

20cm x 20cm x 1-3cm Rp.72.500/ m2
20cm x 40cm x 1-3cm Rp.77.500/ m2
30cm x 30cm x 1-3cm Rp.82.500/ m2
30cm x 60cm x 1-3cm Rp.82.500/ m2
40cm x 40cm x 1-3cm Rp.87.500/ m2

Templek Purwakarta ( Acak)
Warna Abu-abu Gelap

Rp.52.500/ m2

Templek Salagedang
Warna Abu-abu Terang

20cm x 20cm x 1-3cm Rp.82.500/ m2
20cm x 40cm x 1-3cm Rp.87.500/ m2
30cm x 30cm x 1-3cm Rp.87.500/ m2
30cm x 60cm x 1-3cm Rp.92.500/ m2

Templek Salagedang ( Acak)
Warna Abu-abu Terang

Rp.75.000/ m2

Templek Garut
Warna Hitam Pekat

20cm x 20cm x 1-3cm Rp.77.500/ m2
20cm x 40cm x 1-3cm Rp.82.500/ m2
30cm x 30cm x 1-3cm Rp.82.500/ m2
30cm x 60cm x 1-3cm Rp.82.500/ m2
40cm x 40cm x 1-3cm Rp.92.500/ m2

Templek

Garut ( Acak)
Warna Hitam Pekat

Rp.62.500/ m2

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
* Kami banyak memiliki stok, untuk pesanan diatas 500m2 harus ada konfirmasi terlebih dahulu.
* Harga tergantung dari ukuran dan kami terima untuk ukuran yang tidak tersedia diatas.
* Untuk info lebih lanjut :

Arcadia Multi Graha

 

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

batu templek

Sebagian orang menyebut batu ini berasal dari kali, kenyataannya jenis batu ini di tambang/di ambil dari gunung atau bukit. Kenapa dinamakan templek mungkin karena bentuk slate atau bentuk lembaran dan di belah mengikuti pola batu itu sendiri sehingga tampak pada permukaannya yang tidak rata sebagaimana permukaan batu hasil potongan mesin (batu Palimanan, candi dsb.).

Dulu sebelum mesin pemotong batu masuk ke sentra-sentra produksi batu templek, untuk membuat suatu ukuran tertentu dibuat dengan cara dipahat, sekarang pahat sudah sangat sangat jarang digunakan kecuali untuk membuat jenis susun sirih dan dipergunakanlah mesin untuk menghasilkan ukuran-ukuran yang diinginkan itu. Adapun ukuran yang lazim pada batu templek ini sama dengan pola ukuran pada keramik yaitu 10×10, 20×20 dan seterusnya. Beberapa jenis batu templek ukurannya sampai 40×40 (cm) misalnya batu Templek Purwakarta mayoritas dibawah itu 30×30 (cm) ke bawah. Catatan untuk ukuran 30×30 keatas, kapasitas produksi yang dihasilkan terbatas, hal ini dakarenakan sulitnya mencari bahan dengan radius yang besar. Sedangkan untuk ketebalannya berkisar antara 1 cm sampai dengan 3 cm.

Untuk beberapa jenis, seperti batu templek Garut/ templek Tasik dan templek Banten kecenderungan warnanya adalah hitam dengan tambahan warna kekuningan seperti tembaga, jenis lainnya seperti templek Salagedang dan templek Purwakarta agak sulit untuk mengklasifikasikan warnanya, ada yang menyebut kehijauan namun secara umum dapat di kategorikan berwarna abu-abu.

Yang paling berbeda dari semua jenis templek adalah templek Kebumen. Templek kebumen ini berwarna coklat muda seperti tanah atau warna khaki pada kain. Teksturnya pun sama sekali berbeda dari kebanyakan jenis templek yang cenderung terlihat kokoh dan tanpa lobang pori-pori, Templek kebumen ini materialnya terlihat seperti lempengan tanah yang padat dengan ketebalan berkisar 2 sampai dengan 5 cm.

Semua jenis batu templek dapat di pasang pada semua bidang bangunan, baik bidang basah maupun bidang kering terkecuali templek Kebumen yang sangat tidak direkomendasikan untuk dipasang di lantai karena tekstur permukaan batunya yang cenderung menyerap kotoran sehingga sulit membersihkannya apabila terkena misalnya ceceran oli atau cipratan minyak.

sumber :

http://jejen-jaya.blogspot.com/2009/05/batu-templek.html

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Susun Sirih

Dinamakan Batu Susun Sirih karena cara pemasangannya yang menyerupai tumpukan daun sirih yang berhelai-helai. Tidak seperti lazimnya pola pemasangan batu alam yang menampakan seluruh permukaannya, batu susun sirih dipasang dengan cara tidur sehingga hanya bagian sisinya yang berupa patahannya saja yang terlihat yang justru merupakan titik point yang ingin ditonjolkan.

Secara umum semua batu alam yang berbentuk lembaran dapat dijadikan pola susun sirih, namun begitu yang dominan untuk susun sirih adalah batu templek, diantaranya templek Salagedang, templek Purwakarta dan templek Garut / templek Tasik. Dari semua jenis itu templek Salagedanglah yang paling familiar untuk pola pemasangan susun sirih ini.
Ukuran batu untuk susun sirih ini biasanya 5×20, 5×15, 3×20 dan 3×15 dengan ketebalan berkisar 1-1.5 cm. Karena dibuat dengan cara di pahat maka ukuran di atas hanyalah kira-kira saja, kelebihan dan kekurangan ukuran tidaklah menjadi sesuatu yang penting karena toh pada saat pemasangan faktor ukuran ini bukan menjadi masalah utama, dan hasil akhir pemasangan lebih bergantung kepada kreatifitas tukang.

Saat ini seiring maraknya batu andesit, muncul ke pasaran batu Andesit Susun Sirih dengan variasi ukuran, mulai 3×20 sampai dengan 3×60. Untuk ukuran panjang lebih dari 60 cm sangat tidak dianjurkan karena rentan patah. Keterangan di atas berlaku pula untuk batu Palimanan.

sumber :

http://jejen-jaya.blogspot.com/2009/05/dinamakan-batu-susun-sirih-karena-cara.html

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , | Comments Off

Pondasi Batu Kali

Pondasi merupakan elemen penting dalam pembangunan sebuah bangunan. Sebab kuat atau lemahnya suatu bangunan sangat ditentukan oleh kekokohan dari konstruksi pondasinya. Keberadaan pondasi berfungsi sebagai landasan dari bangunan di atasnya sekaligus akan menjamin mantabnya kedudukan suatu bangunan. Dengan demikian keberadaan pondasi harus bersifat statis. Artinya, tidak boleh mengalami pergeseran, baik secara vertikal maupun horizontal. Pengetahuan dasar mengenai konsep pondasi akan membantu Anda agar mengetahui praktik pembuatan pondasi yang benar.

Pondasi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini: (1) Memiliki konstruksi yang kuat dan kokoh sehingga tidak mudah mengalami pergeseran; (2) Mampu menyesuaikan diri terhadap terjadinya gerakan tanah seperti tanah yang labil, tanah mengembang, tanah menyusut, kegiatan pertambangan, efek gempa bumi; (3) Mampu menahan pengaruh unsur kimiawi dalam tanah, baik yang organik maupun non organik; (4) Mampu menahan tekanan air.

Untuk bangunan rumah tinggal berlantai satu biasanya menggunakan pondasi batu kali. Pondasi jenis ini sangat baik karena jika batu kali tersebut ditanam di dalam tanah maka kualitasnya tidak berubah. Pondasi batu kali biasanya berbentuk trapesium dengan lebar bagian atasnya minimal 25 cm. Ukuran ini sengaja tidak disamakan dengan ukuran lebarnya dinding karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi ketepatan dalam pemasangan pondasi. Ketidaktepatan dalam pemasangan pondasi akan merubah fungsi pondasi itu sendiri. Adapun ukuran lebar bagian bawah biasanya disesuaikan dengan berat beban di atasnya. Tetapi standar umum yang dipakai biasanya berkisar antara 70-80 cm.

Untuk membuat pondasi batu kali, ukuran batu yang digunakan biasanya sekitar 25 cm. dengan demikian batu kali harus dipecah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemasangannya sehingga hasilnya lebih rapi sekaligus kokoh.

Pada bagian dasar dari konstruksi pondasi batu kali merupakan lapisan pasir setebal 5-10 cm yang berfungsi untuk meratakan tanah dasar. Setelah itu baru batu kali dipasang dengan posisi berdiri. Di antara celah batu tersebut diisi pasir sampai padat sehingga mampu mendukung beban yang berada di atasnya. Susunan model seperti ini sekaligus berfungsi sebagai drainase sehingga bisa mengeringkan air tanah yang berada di sekitarnya. Untuk menjaga agar pondasi batu kali tidak cepat rusak ataupun basah terkena air tanah maka badan pondasi diplester kasar yang tebalnya sekitar 1,5 cm.

sumber :

http://rencanarumah.com/pondasi-batu-kali-untuk-rumah-tinggal-berlantai-satu#more-301

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , | Comments Off

model batu alam

Batuan: Macam dan Pembentukannya

PEMBENTUKAN BATUAN
Pembentukan berbagai macam mineral di alam akan menghasilkan berbagai jenis batuan tertentu. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis batuan yang berbeda pula. Pembekuan magma akan membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan sedimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah, seperti proses penghancuran atau disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawi dan organis serta proses penguapan/ evaporasi. Letusan gunung api sendiri dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan metamorf terbentuk dari berbagai jenis batuan yang telah terbentuk lebih dahulu kemudian mengalami peningkatan temperature atau tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan temperature itu sendiri maksimal di bawah temperature magma.

SIKLUS BATUAN

BATUAN BEKU

Magma dapat mendingin dan membeku di bawah atau di atas permukaan bumi. Bila membeku di bawah permukaan bumi, terbentuklah batuan yang dinamakan batuan beku dalam atau disebut juga batuan beku intrusive (sering juga dikatakan sebagai batuan beku plutonik). Sedangkan, bila magma dapat mencapai permukaan bumi kemudian membeku, terbentuklah batuan beku luar atau batuan beku ekstrusif.

BATUAN BEKU DALAM

Magma yang membeku di bawah permukaan bumi, pendinginannya sangat lambat (dapat mencapai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan sempurna bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusive. Tubuh batuan beku dalam mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, tergantung pada kondisi magma dan batuan di sekitarnya. Magma dapat menyusup pada batuan di sekitarnya atau menerobos melalui rekahan-rekahan pada batuan di sekelilingnya.

Bentuk-bentuk batuan beku yang memotong struktur batuan di sekitarnya disebut diskordan, termasuk di dalamnya adalah batholit, stok, dyke, dan jenjang volkanik.

Batholit, merupakan tubuh batuan beku dalam yang paling besar dimensinya. Bentuknya tidak beraturan, memotong lapisan-lapisan batuan yang diterobosnya. Kebanyakan batolit merupakan kumpulan massa dari sejumlah tubuh-tubuh intrusi yang berkomposisi agak berbeda. Perbedaan ini mencerminkan bervariasinya magma pembentuk batholit. Beberapa batholit mencapai lebih dari 1000 km panjangnya dan 250 km lebarnya. Dari penelitian geofisika dan penelitian singkapan di lapangan didapatkan bahwa tebal batholit antara 20-30 km. Batholite tidak terbentuk oleh magma yang menyusup dalam rekahan, karena tidak ada rekahan yang sebesar dimensi batolit. Karena besarnya, batholit dapat mendorong batuan yang di1atasnya. Meskipun batuan yang diterobos dapat tertekan ke atas oleh magma yang bergerak ke atas secara perlahan, tentunya ada proses lain yang bekerja. Magma yang naik melepaskan fragmen-fragmen batuan yang menutupinya. Proses ini dinamakan stopping. Blok-blok hasil stopping lebih padat dibandingkna magma yang naik, sehingga mengendap. Saat mengendap fragmen-fragmen ini bereaksi dan sebagian terlarut dalam magma. Tidak semua magma terlarut dan mengendap di dasar dapur magma. Setiap frgamen batuan yang berada dalam tubuh magma yang sudah membeku dinamakan Xenolith.

Stock, seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan dengan batholit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batholit atau bagian atas batholit.

Dyke, disebut juga gang, merupakan salah satu badan intrusi yang dibandingkan dengan batholit, berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya sejajar, memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya.

Jenjang Volkanik, adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan magma ke kepundan. Kemudaia setelah batuan yang menutupi di sekitarnya tererosi, maka batuan beku yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari topografi disekitarnya.

Bentuk-bentuk yang sejajar dengan struktur batuan di sekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit dan lopolit.

Sill, adalah intrusi batuan beku yang konkordan atau sejajar terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya. Berbentuk tabular dan sisi-sisinya sejajar.

Lakolit, sejenis dengan sill. Yang membedakan adalah bentuk bagian atasnya, batuan yang diterobosnya melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah landai. Sedangkan, bagian bawahnya mirip dengan Sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya endogen, maupun gaya eksogen, batuan beku dapt tersingka di permukaan.

Lopolit, bentuknya mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke atas.

Batuan beku dalam selain mempunyai berbagai bentuk tubuh intrusi, juga terdapat jenis batuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Batuan-batuan beku luar secara tekstur digolongkan ke dalam kelompok batuan beku fanerik.

BATUAN BEKU LUAR

Magma yang mencapai permukaan bumi, keluar melalui rekahan atau lubang kepundan gunung api sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan membeku menjadi batuan ekstrusif. Keluarnya magma di permukaan bumi melalui rekahan disebut sebagai fissure eruption. Pada umumnya magma basaltis yang viskositasnya rendah dapat mengalir di sekitar rekahannya, menjadi hamparan lava basalt yang disebut plateau basalt. Erupsi yang keluar melalui lubang kepundan gunung api dinamakan erupsi sentral. Magma dapat mengalir melaui lereng, sebagai aliran lava atau ikut tersembur ke atas bersama gas-gas sebagai piroklastik. Lava terdapat dalam berbagai bentuk dan jenis tergantung apda komposisi magmanya dan tempat terbentuknya.

Apabila magma membeku di bawah permukaan air terbentuklah lava bantal (pillow lava), dinamakan demikian karena pembentukannya di bawah tekanan air.

Dalam klasifikasi batuan beku batuan beku luar terklasifikasi ke dalam kelompok batuan beku afanitik.

KLASIFIKASI BATUAN BEKU

Pengelompokan atau klasifikasi batuan beku secara sederhana didasarkan atas tekstur dan komposisi mineralnya. Keragaman tekstur batuan beku diakibatkan oleh sejarah pendinginan magma, sedangkan komposisi mineral bergantung pada kandungan unsure kimia magma induk dan lingkungan krsitalisasinya.

Tekstur Batuan Beku

Beberapa tekstur batuan beku yang umum adalah:

1. Gelas (Glassy), tidak berbutir atau tidak memiliki Kristal (amorf)

2. Afanitik (fine grained texture), bebrutir sangat halus à hanya dapat dilihat dengan mikroskop

3. Fanerik (coarse grained texture), berbutir cukup besar sehingga komponen mineral pembentuknya dapat dibedakan secara megaskopis.

4. Porfiritik, merupakan tekstur yang khusus di mana terdapat campuran antara butiran-butian kasar di dalam massa dengan butiran-butiran yang lebih halus. Butiran besar yang bentuknya relative sempurna disebut Fenokrist sedangkan butiran halus di sekitar fenokrist disebut massadasar.

Secara ringkas, klasifikasi batuan beku dapat dinyatakan sebagai berikut:

BATUAN METAMORF

Batuan metamorf adalah jenis batuan yang secara genetis terebntuk oleh perubahan secara fisik dari komposisi mineralnya serta perubahan tekstru dan strukturnya akibat pengaruh tekanan (P) dan temperature (T) yang cukup tinggi. Kondisi-kondisi yang harus terpenuhi dalam pembentukan batuan metamorf adalah:

· Terjadi dalam suasana padat

· Bersifat isokimia

· Terbentuknya mineral baru yang merupakan mineral khas metamorfosa

· Terbentuknya tekstur dan struktur baru.

Proses metamorfosa diakibatkan oleh dua factor utama yaitu Tekanan dan Temperatur (P dan T). Panas dari intrusi magma adalah sumber utama yang menyebabkan metamorfosa. Tekanan terjadi diakibatkan oleh beban perlapisan diatas (lithostatic pressure) atau tekanan diferensial sebagai hasil berbagai stress misalnya tektonik stress (differential stress). Fluida yang berasal dari batuan sedimen dan magma dapat mempercepat reaksi kima yang berlangsung pada saat proses metamorfosa yang dapat menyebabkan pembentukan mineral baru. Metamorfosis dapat terjadi di setiap kondisi tektonik, tetapi yang paling umum dijumpai pada daerah kovergensi lempeng.

Jenis-jenis metamorfosa adalah:

Metamorfosa kontak à dominan pengaruh suhu

Metamorfosa dinamik à dominan pengaruh tekanan

Metamorfosa Regional à kedua-duanya (P dan T) berpengaruh

Fasies metamorfosis dicirikan oleh mineral atau himpunan mineral yang mencirikan sebaran T dan P tertentu. Mineral-mineral itu disebut sebagai mineral index. Beberapa contoh mineral index antara lain:

· Staurolite: intermediate à high-grade metamorphism

· Actinolite: low à intermediate metamorphism

· Kyanite: intermediate à high-grade

· Silimanite: high grade metamorphism

· Zeolite: low grade metamorphism

· Epidote: contact metamorphism

Pada prinsipnya batuan metamorfosa diklasifikasikan berdasarkan struktur. Struktur foliasi terjadi akibat orientasi dari mineral, sedangkan non-foliasi yang tidak memperlihatkan orientasi mineral. Foliasi merujuk kepada kesejajaran dan segregasi mineral-mineral pada batuan metamorf yang inequigranular.

Batuan metamorf befoliasi membentuk urutan berdasarkan besar butir dan atau berdasarkan perkembangan foliasi. Urut-urutannya adalah: slate à phyllite à schist à gneiss. Selain menunjukkan besar butir dan derajat foliasi urut-urutan ini juga menunjukkan kandungan mika yang semakin banyak dari kiri ke kanan. Salah satu ciri khas batuan metamorf yang dapat teridentifikasi adalah kenampakkan kilap mika.

Sedangkan, untuk batuan metamorf non-foliasi contohnya adalah marmer, kuarsit dan hornfels.

Sementara itu, untuk tekstur mineral pada batuan metamorfosa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

· Lepidoblastik : terdiri dari mineral-mineral tabular/pipih, misalnya mineral mika (muskovit, biotit)

· Nematoblastik : terdiri dari mineral-mineral prismatik, misalnya mineral plagioklas, k-felspar, piroksen

· Granoblastik : terdiri dari mineral-mineral granular (equidimensional), dengan batas-batas sutura (tidak teratur), dengan bentuk mineral anhedral, misalnya kuarsa.

· Tekstur Homeoblastik : bila terdiri dari satu tekstur saja, misalnya lepidoblastik saja.

· Tekstur Hetereoblastik : bila terdiri lebih dari satu tekstur, misalnya lepidoblastik dan granoblastik

BATUAN PIROKLASTIK

Berdasarkan kata pembentuknya:

Pyro à pijar

Klastik à fragmen

Dapat disimpulkan bahwa batuan piroklastik adalah suatu batuan yang terbentuk dari hasil langsung letusan gunung api (direct blast) yang kemudian terendapkan pada permukaan sesuai dengan keadaan permukaannya (endapan piroklastik) dan lalu mengalami litifikasi untuk menjadi batuan piroklastik.

Mekanisme pengendapan piroklast adalah sebagai berikut:

· Pyroclastic Flow Deposits

Macam :

– block & ash flows

-scoria flows

-pumice / ash flows

Distribusi / penyebaran : di lembah / depresi; struktur : perlapisan (graded bedding, paralel laminasi); tekstur : sortasi buruk, terdiri dari kristal, litik, dan gelas (pumis); bagian bawah : pyroclastic surge deposits

· Pyroclastic Fall Deposits

· Pyroclastic Surge Deposits

Partikel, gas dan air vulkanik konsentrasi rendah yang mengalir dalam mekanisme turbulensi sebagai sebuah gravity flow (runtuhan). Macam-macamnya adalah base, ground dan ash cloud. Strukturnya cross-bedding dengan sortasi yang buruk.

Klasifikasi batuan piroklastik berdasrkan ukurannya (Schmid, 1981)
Ukuran
Piroklas
Endapan piroklastik

Tefra (tak terkonsolidasi)
Batuanpiroklastik (terkonsolidasi)

> 64 mm
Bom, blok
Lapisan bom / blok

Tefra bom atau blok
Aglomerat, breksi piroklastik

2 – 64 mm
lapili
Lapisan lapili atau

Tefra lapili
Batulapili (lapillistone)

1/16 – 2 mm
Abu/debu kasar
Abu kasar
Tuf kasar

< 1/16 mm
Abu/debu halus
Abu/debu halus
tuf halus

Berdasarkan terbentuknya, fragmen piroklast dapat dibagi menjadi:

· Juvenile pyroclasts : hasil langsung akibat letusan, membeku dipermukaan (fragmen gelas, kristal pirojenik)

· Cognate pyroclasts : fragmen batuan hasil erupsi terdahulu (dari gunungapi yang sama)

· Accidental pyroclasts : fragmen batuan berasal dari basement (komposisi berbeda)

Fragmen:

1. Gelas/ Amorf

2. Litik

3. Kristalin

MINERAL-MINERAL ALTERASI

Alterasi = Metasomatisme

Merupakan perubahan komposisi mineralogy batuan (dalam keadaan padat) karena pengaruh Suhu dan Tekanan yang tinggi dan tidak dalam kondisi isokimia menghasilkan mineral lempung, kuarsa, oksida atau sulfida logam.

Proses alterasi merupakan peristiwa sekunder, tidak selayaknya metamorfisme yang merupakan peristiwa primer. Alterasi terjadi pada intrusi batuan beku yang mengalami pemanasan dan pada struktur tertentu yang memungkinkan masuknya air meteoric untuk dapat mengubah komposisi mineralogy batuan.

Beberapa contoh mineral alterasi antara lain:

· Kalkopirit

· Pirit

· Limonit

· Garnierit

· Epidote

· Malakit

· Khlorit

· Orphiment

· Realgar

· Galena

BATUAN SEDIMEN

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari pecahan atau hasil abrasi dari sedimen, batuan beku, metamorf yang tertransport dan terendapkan kemudian terlithifikasi.

Ada dua tipe sedimen yaitu: detritus dan kimiawi. Detritus terdiri dari partikel-2 padat hasil dari pelapukan mekanis. Sedimen kimiawi terdiri dari mineral sebagai hasil kristalisasi larutan dengan proses inorganik atau aktivitas organisme. Partikel sedimen diklasifikasikan menurut ukuran butir, gravel (termasuk bolder, cobble dan pebble), pasir, lanau, dan lempung. Transportasi dari sedimen menyebabkan pembundaran dengan cara abrasi dan pemilahan (sorting). Nilai kebundaran dan sorting sangat tergantung pada ukuran butir, jarak transportasi dan proses pengendapan. Proses litifikasi dari sedimen menjadi batuan sedimen terjadi melalui kompaksi dan sementasi.

Batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan:

1. Batuan sedimen klastik à terbentuk dari fragmen batuan lain ataupun mineral

2. Batuan sedimen kimiawi à terbentuk karena penguapan, evaporasi

3. Batuan sedimen organic à terbentuk dari sisa-sisa kehidupan hewan/ tumbuhan

Klasifikasi batuan sedimen klastik adalah berdasarkan besar butirnya, oleh karenanya digunakan skala Wentworth. Sedangkan untuk klasifikasi batuan sedimen kimiawi dilakukan berdasarkan matriks maupun fragmennya dengan klasifikasi dari Dunham, Embry-Klovan.

sumber :

http://kuningtelorasin.wordpress.com/batuan-macam-dan-pembentukannya/

Posted in batu alam | 1 Comment

batu alam minimalis

Desain Taman Batu Alam Minimalis

Taman merupakan pelengkap keindahan sebuah rumah. Keberadaan taman juga mampu menjadi paru-paru rumah yang bisa menghadirkan kesejukan dan kenyamanan bagi penghuni rumah. Hanya saja, bagaimana bila Anda memiliki keterbatasan lahan? Apakah masih memungkinkan membuat taman di rumah Anda? Ya, Anda masih bisa menghadirkan sebuah taman mungil di rumah Anda. Meskipun ukurannya yang mungil, tidak berarti mengurangi fungsi dan keindahannya. Anda bisa menyulap taman mungil nan indah dengan menghadirkan konsep desain taman batu alam minimalis.

Desain taman minimalis memang menonjolkan kesan natural dan simpel. Oleh karena itu material yang digunakannya pun juga tidak terlalu berlebihan. Untuk menghadirkan kesan tersebut, salah satu material ornamen taman yang bisa Anda pilih adalah batu alam. Agar Anda tidak capek membersihkannya, pilihlah batu alam yang berwarna gelap semisal batu tempel maupun batu candi. Karena warnanya yang gelap, batu alam tersebut tidak mudah terlihat jika kotor. Anda pun tidak harus sering membersihkannya.

Ada beberapa pilihan batu alam yang bisa Anda aplikasikan pada desain taman minimalis. Di antaranya batu kali. Warna hitam pada batu kali kali menghadirkan kesan kokoh sekaligus dingin dan alami. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan batu paras berwarna putih gading untuk menghadirkan kesan hangat dan bernuansa tropis. Bentuk yang bisa Anda pilih pun ada beraneka ragam. Mulai dari yang berbentuk alami berupa lempengan hingga berbentuk kotak-kotak. Bentuk lempengan memiliki tingkat kesulitan lebih dalam pemasangannya. Jika tidak tepat dalam pemasangannya, hasilnya terlihat kurang menyatu. Adapun bentuk kotak-kotak tersedia dalam banyak variasi. Aplikasinya juga bermacam-macam. Anda bisa memasangnya dengan bentuk rata maupun maju mundur.

Karena kesannya yang benar-benar natural, batu alam bisa Anda aplikasikan pada dinding taman, stepping stone, maupun jalan setapak. Taman batu alam minimalis di rumah Anda akan semakin unik sekaligus menarik bila dilengkapi dengan batu koral berukuran kecil untuk menutupi tanah maupun jalan setapak. Jangan lupa memilih jenis tanaman yang pas untuk taman dengan konsep minimalis. Pastikan pula mudah dalam perawatannya.

sumber :

http://rencanarumah.com/keunikan-desain-taman-batu-alam-minimalis#more-482

repost :

jual

dijual

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , , | Comments Off

Batu Alam Untuk Kolam

tips, Cara Memilih Batu Alam Untuk Kolam

 Keindahan eksterior sebuah hunian dapat semakin terpancar karena hadirnya kolam yang dapat dibuat bersama dengan taman rumah. Keberadaannya akan memberikan suasana yang lebih alami dan mampu melunakkan kesan bangunan yang kaku.

Agar nuansa alami semakin menonjol, sebaiknya aplikasikan ornamen batu alam untuk membuat kolam. Hal ini karena batu alam merupakan material paling tepat untuk menciptakan kesan yang natural. Anda bisa bebas memilih jenis batu alam apa yang akan Anda gunakan. Nah, berikut adalah beberapa cara memilih batu alam untuk kolam. Simak yuk!!!
Pilih batu alam yang bermotif agar lumut tidak terlalu terlihat karena batu alam yang dipasang pada dinding kolam pasti terkena air sehingga mudah ditumbuhi lumut.
Sebaiknya gunakan batu alam yang memiliki warna hitam ataupun abu-abu karena dapat menyamarkan lumut-lumut yang menempel pada batu. Misalnya, Anda dapat memilih batu alam jenis andesit dan batu candi.
Agar batu alam tampak lebih menarik dan terawat, Anda harus melapisinya dengan cat pelapis batu alam yang terdapat lapisan anti jamur. Selain itu, batu alam juga akan lebih tahan gores. Sebaiknya pengecatan dilakukan setiap 1 tahun.
Jenis batu alam lain yang dapat digunakan untuk membuat kolam adalah batu paliman. Namun, jenis batu ini berwarna krem sehingga lumut mudah terlihat tetapi Anda bisa mensiasati dengan memberinya lapisan cat batu alam yang berwarna hitam. Misalnya produk cat Arca stone care.
Selain dapat menambahkan kesan indah, lapisan cat juga mampu membuat batu alam menjadi lebih mudah dibersihkan karena lumut hanya menempel.

Selamat membuat kolam batu alam !!!

sumber :

http://www.edupaint.com/eksterior/kolam/868-read-1100908-nih-cara-memilih-batu-alam-untuk-kolam.html

Posted in batu alam | Tagged , , , , , , , , | Comments Off